Observatorium peta & transparansi data lingkungan — dirangkum dari data satelit dan sumber publik yang kredibel.
Empat bentang alam prioritas yang dipetakan dan dipantau perubahannya dari waktu ke waktu.
Memadukan citra satelit dan pemetaan partisipatif bersama warga untuk melihat perubahan tutupan lahan dari tahun ke tahun dalam satu peta.
Baca cerita →Menautkan data kejadian banjir dengan kehilangan tutupan hutan dalam satu daerah aliran sungai, agar hubungannya terlihat jelas.
Baca cerita →Tutupan hutan, batas administrasi, kawasan lindung, dan titik pengamatan — dirangkai jadi satu peta yang bisa ditelusuri sampai tingkat desa.
Atlas Kemal adalah ruang dokumentasi peta dan data lingkungan yang dibangun secara independen. Tidak menjual data, tidak beriklan — hanya merangkum data publik yang kredibel menjadi peta yang mudah dipahami, agar siapa pun bisa melihat apa yang sedang terjadi di bentang alam kita.
Hutan adalah rumah terakhir bagi banyak spesies. Setiap hektare yang hilang mempersempit ruang hidup yang tersisa — peta membantu melihat di mana itu terjadi.
Hutan yang gundul di hulu berarti banjir dan longsor di hilir. Data yang jelas membuat hubungan sebab-akibat ini terlihat, bukan sekadar dugaan.
Keputusan yang baik butuh data yang bisa diperiksa. Semua angka di sini bisa ditelusuri kembali ke sumbernya.
Data resmi dan citra satelit ditampilkan berdampingan, agar pembaca bisa membaca dan membandingkannya sendiri.
Semua yang tampil dapat ditelusuri ke dataset sumbernya dalam maksimal dua klik.
Alur pengolahan data terbuka: siapa pun dapat menjalankan ulang dan mendapatkan hasil yang sama.
Kesadaran dimulai dari informasi yang jelas. Buka peta, telusuri wilayahmu, dan bagikan apa yang kamu temukan.
Coba Member →Atlas Kemal memvisualisasikan dataset publik dari berbagai sumber untuk tujuan edukasi dan eksplorasi data. Tidak ada tuduhan, penetapan fakta, maupun kesimpulan hukum terhadap individu, perusahaan, atau institusi mana pun.
Nama, batas wilayah, dan atribut berasal dari dataset sumber masing-masing. Tumpang tindih antar-layer merupakan konteks visual untuk membantu analisis, bukan bukti ataupun kesimpulan.