
Ketika hutan desa jadi satu-satunya peta yang diakui
Warga memetakan batas hutan mereka sendiri dengan GPS sederhana. Hasilnya bukan hanya garis di peta — tapi dasar untuk mempertahankan sumber air desa.
Lihat di peta →Atlas Kemal memutar satu bola kecil untuk memperlihatkan yang paling sulit dilihat: bagaimana hutan, gunung, laut, satwa, dan manusia di Indonesia saling bergantung — lalu menautkannya ke peta tutupan lahan yang bisa diperiksa sendiri.
Semua foto di bawah adalah foto asli dari dokumentasi publik berlisensi terbuka — bukan gambar hasil kecerdasan buatan. Nama fotografer dan lisensinya tercatat di footer.

Kanopi tertinggi tempat sebagian besar kehidupan Indonesia bermula.
Aceh, Sumatra
Kesuburan yang lahir dari letusan — sekaligus risiko yang menyertainya.
Bromo–Semeru, Jawa
Hutan di bawah permukaan: penopang perikanan dan penahan gelombang.
Kawasan timur Indonesia
Kerabat terdekat kita, dengan rumah yang makin menyempit tiap tahun.
Kalimantan Tengah
Kadal terbesar di dunia, hanya ada di segelintir pulau Nusa Tenggara.
Pulau Komodo, NTT
Populasi terakhir yang masih hidup liar di antara rimba rawa Sumatra.
Riau–Jambi
Penabur benih hutan — hilangnya rangkong berarti hutan tak beregenerasi.
Kalimantan
Penjelajah ribuan kilometer yang kembali ke pantai tempat ia menetas.
Pesisir Jawa–Bali
Ujung hilir dari semua yang terjadi di hulu: air, tanah, dan pangan.
Bali
Benteng alami antara laut dan darat — penahan gelombang sekaligus penyerap karbon.
Teluk Bintuni, Papua
Mamalia besar paling langka di dunia: seluruh populasinya bertahan di satu semenanjung.
Ujung Kulon, Banten
Pengetahuan hutan yang diturunkan lisan, kini berhadapan dengan batas wilayah.
Taman Nasional Bukit Duabelas
Tradisi bahari yang membaca angin dan musim sebelum ada satelit.
Bulukumba, Sulawesi Selatan36 lapisan resmi Geoportal Planologi KLHK — tutupan lahan, kawasan hutan, perizinan, DAS, sampai batas administrasi — dengan kontrol transparansi per lapisan.

Warga memetakan batas hutan mereka sendiri dengan GPS sederhana. Hasilnya bukan hanya garis di peta — tapi dasar untuk mempertahankan sumber air desa.
Lihat di peta →
Menautkan kejadian banjir di hilir dengan kehilangan tutupan hutan di hulu dalam satu DAS, agar hubungannya terlihat jelas, bukan sekadar dugaan.
Lihat di peta →
kumpulan peta — cara lama manusia memahami dunia dalam satu pandangan.
nama di balik peta-petanya; kerja dokumentasi yang dilakukan sendiri, tanpa kantor.
Atlas Kemal adalah ruang dokumentasi peta dan data lingkungan yang dibangun independen. Tidak menjual data, tidak beriklan — hanya merangkum data publik yang kredibel menjadi peta yang bisa dipahami siapa pun.
Setiap hektare yang hilang mempersempit rumah terakhir banyak spesies. Peta membuat kehilangan itu terlihat, bukan sekadar dikabarkan.
Hutan gundul di hulu berarti banjir dan longsor di hilir. Data yang jelas memperlihatkan hubungan sebab-akibat, bukan dugaan.
Semua yang tampil di sini bisa dikembalikan ke dataset sumbernya — supaya bisa diperiksa, dibantah, dan diperbaiki.
Kesadaran dimulai dari informasi yang jelas. Putar bolanya, buka petanya, telusuri wilayahmu — lalu bagikan apa yang kamu temukan.
Buka peta →